Saya bersama waktu menjelajah tiap jengkal jalan dengan hembusan nafas. Semua yang terlihat pasti akan terlukis dan tertulis, setidaknya di sini. Itulah saya
Dari kitab Muidzatul Mukminin, Kyai Ali Barqul 'Abid (Gus Ali) menjelaskan mengenai celakanya ghurur dan ghoflah bagi orang mukmin. Ghurur tertipu, terpedaya, atau dalam bahasa Jawa "keblithuk". Sedangkan ghoflah artinya lupa. Tertipu seakan dunia kekal sehingga terlena dan terlupa tidak maksimal menyiapkan akhiratnya. Kelebihan seorang mukmin dengan tidak membiarkan dirinya tertipu sehingga dia dapat menapaki kehidupan dengan lebih baik dan berbahagia. Inilah menurut beliau kunci keberuntungan, dan namanya kunci harus bisa diupayakan bahkan harus dimiliki bagi seorang mukmin. Tidak akan membiarkan dirinya tertipu, selalu hati-hati, berjaga-jaga, teliti, waspada penuh perhitungan dan berfikiran cerdik dalam setiap langkah yang diambilnya. Sementara bagi orang yang tiada beriman, akan membiarkan dirinya tertipu dengan karakter yang menandainya seperti sembrono, tanpa perhitungan, menggampangkan, lalai, sehingga menjadikan diri te...
Hari mulai gelap sesampainya di pantai Kasab Pacitan. Mendung menggelayut, sehingga sunset yang kami kejar tak kami dapatkan. Kami berdua hanya duduk-duduk di batu di bukitnya Kasab sambil menikmati sebisanya yang ada. Gugusan pulau kecil di sisi barat terlihat mirip anak-anak pulau, dan bukit tempat kami duduk mirip induknya. Jadi gak salah jika orang sering menyebut Pantai Kasab sebagai Raja Ampat-nya Pacitan. Sayang situasi kemarau membuat rumput dan dedaunan menjadi menguning bahkan mengering. Mungkin kalau sudah musim penghujan gugusan akan hijau begitu indahnya. Sisi barat adalah kawasan pantai Watu Karung dan gugusan pulau pulau kecil, sisi selatan lautan bebas dengan ombak yang menderu apalagi mendekati malam. Selengkapnya
Comments
Post a Comment